TAROT DIMATA KAUM SKEPTIS

Posted on Minggu,1 Februari, 2009

3


Para skeptis membagi pewacana tarot menjadi 2 katagori:
1. Eyes-Open / mata terbuka.
2. Eyes-Shut / mata tertutup.
Mata terbuka adalah mereka yang menghafalkan kartu dan karakteristik orang dan kemudian menggunakannya dalam meramal.
Mata tertutup adalah mereka yang memiliki  kekuatan sebagai paranormal.

Menurut Timotius Camphell dari Ontario Skeptics Society for Critical Inquiry 99% pewacana tarot adalah mata terbuka. Tidak ada paranormal atau aspek kegaiban pada pewacana tarot, semua mempunyai dasar yg rasional dan dapat dijelaskan dgn kecakapan ilmu pengetahuan. Tarot memanfaatkan kelemahan-kelemahan manusia dan mengambil keuntungan darinya ketika memberi harapan-harapan palsu untuk mencari uang.

Para skeptis menuduh setiap pewacana tarot secara tidak sadar telah menggunakan trik-trik mental. Mereka mengaku “pura-pura paranormal” bahwa pewacanaan tarot dapat dijelaskan oleh teknik-teknik ‘ Cold dan Hot Readings’.

Kaum keptis juga menganggap bahwa klien yang dibaca kartunya adalah korban dari suatu olok-olok atau penipuan (sekali pun penipuan itu tidak sengaja). Adalah tanggung jawab skeptis untuk mengungkapkan penipuan ini dan meyakinkan publik bahwa pembacaan tarot tidak ada hubungannya dengan kebenaran. Hal ini terlihat jelas di ‘Science and Pseudoscience in Clinical Psychology’ by Scott O. Lilienfeld, Steven Jay Lynn, Jeffrey M. Lohr, Carol Tavris.
“Pemakaian teknik-teknik yang belum dibuktikan kebenarannya berangsur-angsur akan habis terkikis ilmu jiwa klinik. . . .Begitu kita melepaskan tanggung jawab kita untuk memegang nilai-nilai ilmiah dalam hal perawatan, kredibilitas keilmuan kita akan rusak.”

Kalau kita melihat kembali metode pelatihan yang diajarkan oleh guru-guru tarot memang ada keharusan untuk menghafalkan kata-kata kunci yang mewakili tiap-tiap kartu. Sebagaimana contoh yang disajikan pada situs Priyashiiva. Adalah mustahil dapat membaca kartu tarot seseorang apabila tidak tahu kata-kata yang tersirat dalam kartu tersebut. Bila telah hafal barulah dirangkaikan kartu demi kartu hingga menjadi suatu kesimpulan. Kemampuan dasar inilah yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh pewacana kartu tarot pemula, semakin banyak jam terbangnya maka semakin lincah merangkai kata dan semakin tepatlah ramalannya. Itulah sebabnya setiap orang pada dasarnya dapat menjadi seorang pewacana tarot asalkan ada kemauan kuat.

Jadi memang benar tidak ada tidak ada unsur gaibnya sama sekali ? Bagaimana dengan kekuatan konsentrasi, bagaimana dengan meditasi, bagaimana dengan kekuatan alam semesta yang terhubung dengan kartu tarot dan pewacananya ? Kok pembacaan kartunya bisa tepat ? Bagaimana kaum skeptis menjelaskan hal ini ? Lalu apakah ada yang salah dari pendapat Timotius diatas?

terjemahan bebas : marygreer.wordpress.com

Ditandai: ,
Posted in: KONTROVERSI, tarot