DI TANGAN SIAPA NASIP KITA?

Posted on Kamis,2 April, 2009

0


Malam ini saya ditelpon seseorang yang menginginkan kariernya naik tahun ini. Awalnya beberapa bulan yang lalu dia pernah diramal tentang prospek pekerjaannya ke depan nantinya. Jadi beberapa pengalaman yang terjadi cukup memuaskan rasa keingintahuan dirinya sehingga tetap mempercayai saya sebagai pewacana.

Tahun ini diawali dgn jabatan baru di tempat yang baru, belum ada relasi yang dikenal atau bahkan sahabat yang bisa dimintai keterangan mengenai daerah baru tsb. Sudah menjadi kebiasaan untuk mencari tahu, orientasi setiap menetap di suatu daerah. Karena itulah makanya butuh seorang pembimbing untuk mengarahkan mana yang potensial untuk jadi sumber pendapatan ekstra dan mana yang harus dijauhi  sebagai sumber masalah.

Pertanyaan pertama yang diajukan adalah mengenai rejeki, maklum saja tidak pernah ada militer yang puas dgn gajinya. Beda dgn tentara Australia yang bingung melihat tentara kita. Gaji mereka sebulan bisa untuk membeli
mobil 5 buah. Sedangkan kita hanya cukup hidup pas-pasan. Walaupun begitu ada saja tentara yang punya mobil 5 walau gajinya pas-pasan kan ? Itu salah satu yang membuat tentara Aussie itu bingung dgn TNI, tidak masuk akal.

Tentang rejeki, klien ini untuk beberapa saat belum bisa untuk memperoleh tambahan yang memuaskan. Kalau sekedar untuk membeli rokok bisalah, tapi untuk lebihnya belum  bisa. Saya hanya bisa mengatakan sabar untuk waktu dekat ini. Mudah –mudahan kedepannya bisa lebih baik. Kartu berikutnya mengatakan harus ada usaha nyata untuk mewujudkan keinginannya. Sektor yang bisa diambil adalah perdagangan. Asalkan ada kemauan dan ada kepercayaan hal itu dapat dilakukan dengan sukses. Kartu ini bagus, dari segi potensi daerah sangat mendukung untuk berhasil. Namun harus sabar dan tetap belajar, sesuatu yang tidak dikuasai tentu saja akan mendapatkan kendala yang lebih banyak dibanding dengan yang sudah ahli di bidangnya.

Kendala apa lagi yang menghadang? Ada masalah dgn pekerjaanya/profesinya. Tentara tidak boleh berbisnis ya kan. Ada undang-undangnya lho. Tapi saya yakinkan pada dirinya untuk tetap yakin dan percaya bahwa bila berjalan pada koridor yang sudah ditentukan tentunya tidak apa-apa. Asalkan berpegang pada 2 hal, tidak merugikan satuan dan tidak merugikan rakyat.

Lalu bagaimana dengan karier, bisakah naik tahun ini. Sang kartu menyatakan ada kendala yang diakibatkan kejadian tahun lalu yg pernah diperbuat. Saya tidak menanyakan hal itu lebih lanjut, itu adalah privasi sang klien untuk tidak membicarakannya. Saya katakan bahwa bulan-bulan ini adalah masa penilaian, bos yang diatas sedang memonitor etos kerja dan perilaku kita di kantor. Saya memperingatkan hal itu kepadanya agar tidak terjebak dengan kehidupan malam di sana. Terkadang saking eratnya pertemanan bisa lupa diri, masuk ke hiburan malam bisa lupa diri. Ketangkap POM bisa berabe.

Klien satu ini tidak ingin menyerah begitu saja, mungkin karena sudah pengalaman kali ya sehingga dia tahu menghadapi pewacana tarot. Dia terus mengejar, apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan apa yang
diinginkannya. Pertanyaan yang mudah ditanyakan namun sulit dijawab. Jadi begini, di dunia ini tidak ada yang pasti kata saya. 3+3 tidak selalu 6, itulah hidup. Tidak semua orang yang menanam dia akan menuai hasilnya. Mungkin banyak yang ditanam hanya beberapa saja yang dituai. Ada factor x yang turut mengambil bagian . Apa yang kita kerjakan belum tentu kita nikmati hasilnya. Bisa saja kita menuai tanpa harus menanam, bisa saja. Itulah kerjaannya perampok, ingin yang serba mudah dan instan

Kaitannya dengan klien ini, saya memberi beberapa trik yang bisa dipakai untuk menghadapi hidup ini dgn lebih bergairah. Andapun bisa mempraktekkannya.  Tapi tentu saja dgn diiringi kerja keras. Sebab kita hanya bisa melakukan yang ada dibawah kendali kita. Kita dapat membangun kepercayaan diri yang kuat sehingga alam sadar kita dan alam bawah sadar kita yakin seyakin yakinnya bahwa diri kita telah berhasil, walau hal itu belum terjadi. Kita harus ada keyakinan dulu dan anggaplah
sudah terjadi. Secara diluar nalar akan ada factor x yang datang tiba-tiba untuk membantu.

Jangan kita bicara takdir, itu hanya melemahkan diri kita. Takdir hanya untuk orang-orang yang gagal. Yang harus anda lakukan sebagai orang sukses adalah buat diri anda pantas untuk menerima takdir Tuhan. Anda ditakdirkan sebagai oang kaya, orang berada, orang berhasil. Namun anda berbuat hal yg tidak pantas untuk takdir anda sehingga sampai saat ini anda tidak akan pernah jadi orang sukses.  Oleh karenanya buatlah diri anda pantas menjadi orang sukses.

Diluar daripada itu kita serahkan pada Tuhan untuk mengaturnya. Kesempatan harus kita cari, begitu ada jangan sampai dilepas.