BISNIS BATUBARA-untung selangit

Posted on Minggu,12 Juli, 2009

3


Beberapa minggu yang lalu saya menghayal mendapatkan untung-passive income yang menggiurkan. Hati berbunga-bunga namun harus kuncup tanpa hasil yang nyata. Yang namanya usaha kan tidak ada salah nya dicoba kan. Siapa tahu tembus dan berhasil.Ya nggak?

Awal  mulanya dengan pertemuan singkat dengan teman sekelas dulu sewaktu kuliah lewat Facebook. SUdah cukup lama putus tapi bisa nyambung lagi berkat jejaring social ini. Pertanyaan pertama bila bertemu sahabat lama, gimana kabarnya, kerja apa sekarang, sudah keluarga atau belum. Biasalah sapaan yang standar. Pada mulanya saya tidak ada berpikiran macam-macam untuk mengembangkan usaha atau bisnis. Semua hanya mengalir begitu saja. Begitu dia tahu kalau saya ada di Kalimantan dia menawarkan suatu peluang.

Peluang yang Indah

Memang dia bekerja pada suatu perusahaan yang bergerak di bidang hasil pertambangan, khususnya batubara. Mumpung saya ada di Kalimantan, sekaligus membantu taraf kehidupan saya juga nantinya. Jadi peluang itu adalah mencari perusahaan yang dapat menyuplai batubara dalam jumlah besar tiap bulannya. Lho kok tidak nyari di interner saja tanyaku, kan banyak penawaran yang diajukan perusahaan pertambangan. Saya kan bermaksud menolong kamu, gitu katanya. Hmm I see… RUPANYA SAYA JADI CALO NIH.

Jadi kerjanya gampang saja, cari perusahaan , mintai company profilenya plus penawaran harga, kirim ke teman saya ini lalu akan diproses di kantor pusat. Kalu dinilai memenuhi syarat si empunya perusahaan akan diundang ke kantor pusat, bahas MoU tandatangan , selesai. Gampang kan. Lalu untungnya untuk saya apa. Untuk mediator biasanya dapat fee sebesar $1-2 setiap metric tonnya. Hanya segitu? Ya enggak dong, ternyata harus dibagi-bagi ke beberapa bagian. Yaaah, kupikir ada lebihnya ternyata malah dibagi-bagi lagi. Nggak jadi deh

Eit tunggu dulu, kata temanku itu, hitung lagi, ternyata fee itu dikalikan jumlah suplai batubaranya. Biasanya kuotanya 100 ribu metric ton sekali kirim perbulannya. Kontrak biasanya 5 tahunan. Ayo kita hitung. Anggaplah fee $1 saja dikali 100 ribu berarti 100 ribu dollar. Kalu dirupiahkan berarti 100 rb kali 10 ribu  sama dengan 1 MILYAR rupiah. Anda bayangkan 1 M tiap bulan selama 5 tahun, gaji siapa tuh segede itu. Gilaa…

Kawan saya yang lain bilang ‘to good to be true’ ga mungkinlah. Cuma modal telpon ama kertas CP doang bisa dapat uang berlimpah. Saya pun bingung kok bisa gitu, kok bisa gini. Apa mungkin terjadi? Setelah berpikir cepat saya putuskan, OK. Segera saya hubungi teman saya yang di Balikpapan dan  Samarinda, siapa tahu ada kenalan bos batubara. Jreng jreng dapat. Ada kawan yang mampu menyanggupi peluang itu.

Kawan itu mampu kah?

Saya minta CP nya lalu saya kirim via email, biar cepat. Kebetulan teman saya ini sedang ada di China, maka harus lewat internet. Apa jawabnya, OK tunggu dalam waktu 3 hari. Ternyata benar, ada kabar dari Jakarta. Dag dig dug jantung ini. Apakah akan sedemikian mudahnya? Singkat kata yang empu nya tambang diundang ke kantor pusat. Asyik , sudah terbayang uang milyaran tiap bulannya. Kabarnya langsung disodorkan MoU ! Kok ga pakai survey, kok cepat banget prosesnya. Semua pertanyaan itu lewat. Kalah dengan tamaknya uang. Kita tunggu hasil rapatnya.

Kriing kring…

Telepon rumah bunyi, kawanku kuliah dulu ternyata. “Gimana hasilnya “tanyaku langsung tanpa basa basi lagi.

“Payah lo, kalau nyari partner yang benar dong. Gue jadi malu nih” Lhoo… Semangatku langsung turun

Bajidol bos ini, ternyata penipu. Sudah jelas-jelas di CP nya tertulis batubara kandungan kalorinya 62 begitu ditantang tanda tangan Mou ga berani. Ternyata cuma mampu menyuplai kalori 58 saja. 

Kesimpulannya

Setelah saya analisa ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi

  1.  Saya ditipu. Bisa jadi Mou ditandatangani. Untuk memangkas fee yang seharusnya milik saya bisa jadi mereka telah menyusun strategi licik. Fee saya diambil oleh mereka, lalu disampaikan ke saya kalau Mou batal. Siapa yang tidak mau uang 1 M tiap bulannya. Apa mungkin CP- Company Profile yang jelas jelas ada datanya berdasarkan hasil survey menyatakan kalorinya diatas 60 kok tiba-tiba berubah jadi 58. Itu kan dokumen resmi perusahaan. Nama baik perusahaan bisa jatuh kalau begitu. Ga mungkin kan.
  2. MoU memang batal.

Sayang, saking ngebetnya  dapet duren runtuh, jadi lupa konsultasi dengan tarot.