TIDAK PERLU SAKRALKAN KARTU-biasa saja

Posted on Kamis,13 Januari, 2011

0


Seorang yang menekuni Jalan Tarot biasanya memperlakukan kartunya dengan baik dan penuh kasih sayang.  Ada sebagian pemilik Kartu yang secara khusus menempatkan kartunya di tempat/lemari khusus. Ada yang sengaja membawanya tidur setiap malam. Ada yang hanya meletakkannya di tempat biasa.

Kebiasaan Kuno

Membalut dek Kartu Tarot dengan sapu tangan beludru berwarna ungu atau hitam biar terlihat magis. Warna ungu diasosiasikan dengan warna jubah pendeta kuno di Eropa dan Mesir. Ada pula yang sengaja menyimpannya dalam kantung kain/kulit khusus atau kotak kayu harum.

Dengan semakin banyak melakukan divinasi (bukan peramalan) dengan kartu Tarot maka kewaskitaan kita akan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Kita setiap hari perlu melakukan divinasi bagi diri kita sendiri maupun teman/sahabat kita. Makin hari, maka kita akan semakin menyatu dengan Kartu Tarot yang kita miliki tersebut. Biasanya seorang ahli Tarot akan menanyakan tentang dirinya sendiri pada waktu dan tempat yang tetap, di tempat yang tertutup dan privat. Bisa dilakukan di kamar tidur pada saat kita akan tidur di malam hari.

Kadang-kadang seorang ahli Tarot juga perlu memainkan Kartu Tarot miliknya tanpa pretensi apa-apa. Hanya sekedar memainkan secara bebas, dan tidak perlu mencoba/memaksa diri mengartikan gambar-gambarnya. Kita coba lakukan berkali-kali, dengan tebaran yang kita sukai.

tebaran kartu

tebaran kartu

Rasakan energi dari kartu yang kita pegang itu, dan rasakan menyatu dengan diri kita. Biarkan segalanya mengalir sekan tanpa arti. Setelah merasa cukup maka kita bisa segera bungkus lagi Kartu Tarot itu dan menyimpannya baik-baik.

 

Manfaat dari tindakan itu adalah untuk menyatukan diri dan naluri kita dengan Kartu tersebut. Semakin sering berlatih maka akan semakin tajam.

Ada pula tradisi untuk pembersihan Kartu Tarot yang kerap digunakan untuk divinasi umum (pada berbagai klien). Sebagian ahli Tarot memandang bahwa pembersihan itu semacam format ulang (seperti format hardisk komputer) sehingga data-data yang terrekam dalam Kartu Tarot tersebut bisa hilang. Konon jika data-data yang direkam oleh Kartu Tarot itu terlalu banyak dan berbagai-bagai orang, maka akan membuat kartu itu kelelahan dan efeknya divinasinya menjadi tumpul.

Metode pembersihan

Ada yang menempatkannya di bawah priramida kawat, ada yang mengadakan semacam upacara api, ada juga yang dengan sekedar doa-doa yang bersifat bebas saja.

smudging atau bakar dupa

smudging

Ritual ini dimanakan SMUDGING, yaitu ritual para dukun amerika / shaman dalam memberi makan para roh yang membantunya dalam proses healing, protecting, fortune telling, dsb dengan cara mengasapi media yang digunakan untuk alat2 ritual, seperti tongkatnya, herbs nya, buku2 mantra sucinya.  Caranya ambil toples, bakar dupa ( sandalwood atau lavender), taruh dupa dan tarot anda didalam toples, tutup setengah saja.
Bakar dupa sampai habis, lalu pakai kembali tarot anda, rasakan perbedaannya.  Kalo orang kita bila sesaji.

Kebanyakan dari ahli Tarot memiliki beberapa buah Kartu Tarot yang masing-masing dipakai untuk kepentingan yang berbeda. tetapi yang patut kita ingat tentu saja adalah Kartu Tarot bukanlah jimat. Ia adalah seperti radar atau teropong yang baik.  Demikian juga, seorang ahli Tarot perlu merawat Kartu-kartu Tarotnya agar selalu dalam kondisi yang baik. Tidak perlu menyakralkan kartu, itu hanya benda biasa, so..biasa saja.

Posted in: kartu, tarot